25
Oct
06

To Feel Special

Manokwari, 26 Oktober 2006

Sentimen seorang manusia sinis (silakan tertawa):
Bertahun-tahun yang lalu, ß pernah punya diary bersama seseorang, sebut saja ‘love’, dan di diary ini, dia pernah nulis seperti ini:
To_feel_special
Hari ini ß mengenang, dan mengingat jelas tulisannya.
Hari ini ß betul-betul ngerti maksudnya. Di belakang gambar hati dan tulisan yang kekanak-kanakan itu dia menderita. Dia merasa tidak istimewa karena ß tidak membuatnya merasa special. ß terlalu egois.
Hari ini ß belajar bahwa ‘to feel special’ adalah penting. Betapa sedihnya ketika seseorang yang kita anggap istimewa tidak membuat kita merasa istimewa. Betapa bahagianya ketika seseorang yang kita anggap istimewa membuat kita merasa begitu istimewa.

Buat semua yang sempat baca ini, buat seorang teman tapi mesra yang mungkin ‘gak pernah baca ini, buat cinta yang telah berakhir sebagai ukiran di atas pusara taman bunga, kali ini ß cuma bisa ngasih ini:

Tonight I can hear the ocean waves thundering at the distance.
Tonight I imagine myself rolling, rocked by them, drowning within their dance.
Tonight I cry a river as I realize that I can feel, I can feel them caress my body so intensely.
Tonight I was soaking wet, as I stood and felt the greasy sand on my feet.
Tonight I can hear the ocean waves thundering at the distance.




0 Responses to “To Feel Special”


  1. No Comments

Leave a Reply