Minggu, 8 Oktober 2006, ß ‘gak enak badan. Panas tinggi, pusing, hilang nafsu makan.
Rabu, 11 Oktober 2006, ß ke dokter, periksa darah karena diduga keras malaria dan terbukti DDR PF +. Plasmodium falciparum.
Gejala malaria berbeda pada setiap orang, tergantung daya tahan tubuh, berat badan, jenis kelamin, jenis malarianya.
Gejala Malaria Tropica pada ß:
- Tetep bisa kerja walau pusing.
- Panas tinggi, sehingga ß bisa tahan berjaket di udara Manokwari yang panas.
- Perut kembung, banyak angin, jadi mual-mual.
- Kalau makan pasti muntah, bikin lemes dan kelaparan.
Pengobatan:
- ß makan kue sepanjang hari sedikit sedikit supaya ‘gak muntah tapi cukup energi.
- Sebelum makan besar diawali dengan makan lexacrol/ antacid supaya ‘gak muntah.
- Dokter hanya ngasih kloroquin karena ß baru pertama kali kena malaria. Tapi ß ‘gak tahan mualnya & laparnya. ß pakai artesunate yang ß bawa dari Bandung.
- Dosis artesunate:
o Hari pertama : 2 x 2 tablet.
o Hari 2-5 : 2 x 1 tablet.
Sabtu, 14 Oktober 2006, ß udah jauh lebih enak walau masih mual, tapi obat masih diterusin buat nuntasin malarianya.
Artesunate sulit diperoleh di Indonesia. Artesunate yang ß pakai bahkan udah expired 09/03, tetapi obat expired masih dapat dipake selama penyimpanannya baik.
Artesunate dikasih Papa ß, katanya dari temennya yang kerja di Afrika. Jadi kalo ada yang ke Afrika, ß mau nitip Artesunate.
0 Responses to “Plasmodium falciparum”
Leave a Reply