23
Oct
06

Buat Para Ratu

Persetan! Mungkin ß sayang bahkan cinta pada kalian, wahai para ratu. Sampai ß ‘gak peduli lagi. Kalau yang kauharapkan adalah manusia solehah, yang kerja di BP Bintuni, bule, tajir. Itu jelas bukan ß. Heh! :-/

Tahpapa! Sebagai manusia bejat, sex maniac, honorer, peranakan, miskin pula, ß juga sadar diri kok. ß masih manusia, punya perasaan walau ‘gak punya hati. Tapi ß janji perasaan ß ‘gak penting buat kalian. Janji!

Mungkin sekarang ß belum bisa betul-betul selibat, belum bisa menjauh dari bayang-bayang sex dan romantisme. Maaf, jangan harap ß sudi katakan cinta. ß cuma bilang mungkin cinta, tapi yang pasti cuma sex dan romantisme. Kalian adalah rantai terakhir yang menghubungkan ß dengan Bandung. Biar semua kisah sex dan romantisme berakhir dengan kalian. Para ratuku.

Cinta telah berakhir sebagai ukiran di atas pusara taman bunga.

Sex dan romantisme sekarat.

Dan ß dalam segala ke-ireligius-anku akan siap menapak tataran kemanusiaan yang lebih tinggi lagi….




0 Responses to “Buat Para Ratu”


  1. No Comments

Leave a Reply