08
May
06

oleh-oleh dari duniaku

engkau telah mati dalam bahasaku,

di atas pusaramu kupahatkan ukiran cintaku,

sekantong oleh-oleh dari duniaku.

 

altar kuilku semakin sepi, semakin dingin,
semakin kotor,

tiada pernah mampu menahan cercaan jarak dan
kasta,

hancur sisakan kepingan runcing bernama
kenangan.

 

musim kini begitu berarti di tulangku,

dan perjodohan telah usai,

kurindu kau selalu dalam janji untuk
melupakanmu.

 

<…. Palu, 29042006>




0 Responses to “oleh-oleh dari duniaku”


  1. No Comments

Leave a Reply