|
Beyond surreal thoughts. |
Di luar pikiran-pikiran sureal.
|
|
How do one thinks? Thinking is an amazing bio-electrical process, including the sparks between the gray tiny little cells. Does thinking include the reading of floating sentences somewhere in our brain? Or pronouncing it aloud in our brain? |
Bagaimana seseorang berpikir? Berpikir adalah proses bio-elektrik yang mengagumkan, termasuk kilatan-kilatan di antara sel-sel kelabu kecil. Apakah berpikir mencakup pembacaan kalimat-kalimat yang melayang di dalam otak kita? Atau membacanya keras-keras di otak kita? |
|
So, In what language do you think? Do you think in Bahasa Indonesia everyday? Do you also think in English as you are now reading my surreal thoughts when I had it written in English? Do you think in Mathematical Symbols when you’re doing your math homework? Or do you even think at all?
|
Jadi, dalam bahasa apa kamu berpikir? Apakah kamu berpikir dalam Bahasa Indonesia setiap hari? Apakah kamu juga berpikir dalam bahasa Inggris ketika kamu membaca pikiran-pikiran sureal ß kalau ß menulisnya dalam bahasa Inggris? Apakah kamu berpikir dalam simbol-simbol matematis ketika kamu mengerjakan PR Matematika? Atau apakah sesungguhnya kamu pernah berpikir? |
|
Do Indonesians should think in English, when they are in need of communicating and understanding the people who speaks English? (This would imply - since I am Indonesian - that you should also think like Indonesian).
|
Apakah orang Indonesia seharusnya berpikir dalam bahasa Inggris, ketika mereka perlu berkomunikasi dan mengerti orang-orang yang berbicara dalam bahasa Inggris? (Ini juga menyiratkan – karena ß orang Indonesia – bahwa kamu juga harus berpikir seperti orang Indonesia). |
|
Does thinking need a language at all? If the thinking process can be disintegrated into binary system, then the mother of language would merely binary. Language only helps to translate the information easier, especially the information in the form of secondary data. So that would also imply that for Prehistoric-men, without a particular standard structure in their language, it was nearly impossible to develop their way of thinking. |
Apakah sebenarnya berpikir memerlukan bahasa? Apabila proses berpikir dapat dibagi-bagi menjadi sistem biner, maka induk dari bahasa akan merupakan biner saja. Bahasa hanya membantu menerjemahkan informasi secara lebih mudah, terutama informasi dalam bentuk data sekunder. Jadi ini juga berarti bahwa bagi manusia-manusia prasejarah, tanpa struktur standar tertentu dalam bahasa mereka, hampir tidak mungkin mengembangkan cara berpikir mereka. |
|
How to create and maintain a true language, which have the perfect structure? In the true language, the truest way of thinking shall develop. |
Bagaimana menciptakan dan mempertahankan sebuah bahasa sejati, yang memiliki struktur sempurna? Dalam bahasa sejati, cara berpikit sejati akan berkembang. |
|
Human are helpless. How could a man acknowledge such an absurd language? For example, these are some of the absurd things that are acknowledged all over the world, despite what the historian said about it: September, October, November, December. Capish? Or should I beat you stupid? |
Manusia memang menyedihkan. Bagaimana manusia dapat menerima bahasa yang demikian kacau? Contohnya, berikut adalah beberapa hal ngaco yang diterima di seluruh dunia, walau apapun sanggahan ahli-ahli sejarah tentangnya: September, Oktober, November, Desember. Dapet ’gak? Atau harus dipukulin sampe goblok? |
Kadang-kadang ß lebih gampang mengekspresikan pikiran sureal ß dalam bahasa Inggris. Jadi kalo ß tulis pake bahasa yang ’gak bisa loe ngertiin, artinya ya, loe belum cukup dewasa untuk baca pikiran sureal ß. Sori ini lho!

0 Responses to “Thought 15112005”
Leave a Reply