Archive for October, 2005

30
Oct

Motives

Motives_I reached the point of understanding that human do things (or won’t do things) simply out of fear. Simply because of their worries, human do terrible things toward others. Most common unpleasant things happened simply because of their defensive instinct about something they can not understand, beyond their comprehension. Intriguing.

At this point as well, I understand that there are other motives, which leads toward action. More incomprehensible, yet real: love. This often leads to sweet deeds toward other (but this does not include the deeds that happened out of fear for their loved ones). Fascinating.

Beyond those motives, I also come to a conclusion that a man really does not need motives for their conducts. It happens upon impulses. Is the man crazy? Is the man happened to be crazy? Psychotic? Neurotic? Irrational? Or merely impulsive?

The random outcomes of this conducts confirms that the man indeed is crazy.

But sometimes even the random outcomes are not enough to reveal the bigger picture.


Is the man crazy?

A man who heed the calling of his destiny?

30
Oct

Lari

Kasih,

sambut tangan gemetar

bara jiwa berdebar

kubawa dikau lari dari istanamu

jauh ke dalam hutan fantasi

kubawa dikau terbang dari rumahmu

jauh ke negeri romantisme

kubawa dikau layang dari duniamu

jauh ke alam sureal

kubawa dikau hilang dari peradaban

jauh ke pantai kehidupan

kubawa dikau pergi dari rutinitas

jauh ke ngarai adrenalin

kubawa dikau kabur dari suamimu

jauh ke peluk cintaku

biar surga jadi milik mereka

genggam dunia milik kita

milik kita yang mati muda

08
Oct

bonne nuit Mademoiselle; bonjour Madame

Chrysanthemum_small_5encore jeune à coeur, toujours et jamais

seulement pour vous

quand le temps est passé devant nos âmes

vous auriez su

que le temps ne vous attendrait jamais

pour moi non plus

P1130708chrysanthemum_1mais encore…

je suis dans une attente, pour vous

dans un jardin…

où chrysanthèmes qui fleurissent toujours

comme ma promesse…

j’ai dit dans un rêve de vous

Leda_and_chrysanthemum_show_4

(écrit sur mon voyage spirituel vers le jardin de chrysanthèmes 05102005)

06
Oct

Als Ik “Bomber” Was

Kalau saya seorang teroris, kalau saya seorang bomber, saya akan merasa puas dengan hasil karya saya, di Bali barusan…. Tentu bukan tangan saya yang meledakkan bom itu, kalau demikian adanya tentunya saya tidak mungkin dapat menulis ini.

Saya ingin pemerintah Indonesia tahu, saya ingin dunia tahu, bahwa pertama-tama: saya
memiliki kemampuan, memiliki potensi yang tidak dihargai secara layak. Untungnya, selain kemampuan
secara teknis, saya juga mempunyai kemampuan secara psikologis yang sudah tidak perlu dibuktikan lagi.

Mereka layak dihukum. Sebagai konsekwensi atas keangkuhan, kebodohan, kecerobohan, dan ketidakbecusan pemerintah. Karena itu, mereka harus membayar mahal! Dampak pada segala aspek yang telah diperhitungkan tidak meleset: hubungan luar negeri, mencakup sosio-politik, dan ekonomi; aspek psikologis terhadap masyarakat. Tekanan terhadap pemerintah. Semua berkembang sesuai ekspektasi.

Ingin saya mengetahui sejauh mana stabilitas nasional dapat dipertahankan? Bagaimana kalau dalam waktu dekat, saya ledakkan lagi satu buah tong sampah di depan rumah Presiden? Atau kirimkan surat antrax? Atau utuskan penembak jitu?

Bosan saya melihat televisi, manusia-manusia yang mengeluarkan pernyataan sikap, yang sebelum dibacakan sudah dapat ditebak isinya. Cermin sifat karikatif pada manusia-manusia penjilat. Mengeluarkan pernyataan sikap tidak berarti apa-apa! Hanya mengail di air keruh, hanya memperkuat secuil poin dari posisi politik mereka. Coba ulas dampaknya, dan silakan kagumi otak yang ada dibelakang semua itu.

(Sebagai evaluasi, ternyata si bodoh itu lupa, kalau saya sudah memerintahkan bom simultan memakai standar waktu Indonesia bagian Tengah, bukan waktu Indonesia bagian Barat. Sebenarnya saya sempat khawatir, si bodoh itu ketakutan dan membatalkan operasi, saya sempat khawatir si bodoh itu tidak dapat melancarkan aksinya karena keamanan sudah cukup ketat. Tapi untung operasi dapat berjalan walau tidak seluruhnya sesuai dengan rencana.)

Turut berduka cita atas peristiwa bom di Bali.

* Pemerintah artinya: pihak yang memerintah, diturunkan dari kata dasar "perintah".
Bandingkan dengan istilah "government" yang berasal dari "to govern" yang artinya mengelola, mengatur, memanage.