Penyalahgunaan narkoba adalah bukti bahwa manusia dan kemanusiaan itu rapuh.
Nggak ada yang salah dengan hal ini, cuma ada sebagian manusia yang ngerasa bahwa manusia harus sempurna, suci dan merasa terusik, karena ada sebagian sesamanya yang begitu rapuh….
Kelompok manusia yang ß tulis terakhir ini juga sesungguhnya adalah bukti lain bahwa manusia dan kemanusiaan itu rapuh, jadi nggak ada yang salah juga dengan hal ini.
Ini cuma opini:
Seorang manusia superior akan mampu secara mudah melepaskan diri dari belenggu, karena dia tidak pernah puas dengan yang dimilikinya dan menyadari kenikmatan yang diberikan oleh narkoba adalah suatu kondisi yang stagnan. Banyak kenikmatan lain yang dapat diperoleh di luar narkoba.
Seorang manusia inferior akan mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dari belenggu narkoba, karena kepicikannya. Atau kenyataan yang ada sisi di kehidupan pribadinya yang terlalu menyakitkan, bahkan hanya untuk mencoba….
Seorang manusia inferior yang lain tidak pernah masuk ke dalam lingkaran bahaya narkoba, dia bahkan mengalami paranoia terhadap narkoba tanpa pernah tahu bentuknya.
Setiap pilihan ada konsekwensinya dan ketika memilih, seyogyanya seorang pemilih menyadari betul dan siap menanggung konsekwensi tersebut.
[Kasus penggerebekan pemakai narkoba, dan penahanan tanpa barang bukti kecuali hasil tes urine, dengan syarat pembebasan sebesar 6 juta rupiah]
Pilihan para pemakai tentu ada konsekwensi dan resikonya. Berurusan dengan pihak polisi yang dicap korup juga tidak akan terjadi kalau mereka memilih untuk tidak memakai.
Bego banget sih sampe keciduk? Laporan tidak akan muncul kalau tidak ada orang lain yang merasa resah. Orang lain tidak akan resah kalau mereka tidak tahu. Orang tidak akan tahu kalau para pemakai pandai, atau mereka low profile.
Sedangkan dalam hal ini mungkin polisi memancing di air keruh. Mereka pandai, karena mereka mampu membuat diri mereka berada dalam posisi aman. Mereka membuat situasi sedemikian rupa sehingga mereka tampak selalu benar, dengan membuat masyarakat takut untuk menunjukkan kesalahan mereka secara hukum. Satu contoh lagi bahwa kemanusiaan itu rapuh, sehingga banyak manusia yang melupakan kemanusiaannya dan menindas manusia yang lain hanya karena dorongan material. Demikianlah materi menjadi bagian dari kemanusiaan….
Ini permainan pilihan yang diberikan oleh polisi: Dorongan mana yang lebih besar? Apakah dorongan untuk keluar dari tahanan dengan jalan pintas, atau menjalani masa tahanan sebagaimana mestinya sampai proses-proses berikutnya?
Kalau Anda bermain peran di sini dan Anda menjadi pemakai, tentu Anda akan merasa tidak senang, karena merasa dicurangi oleh polisi, atau karena Anda dikalahkan, merasa diperas. Yah, mungkin sudah tidak ada curang atau jujur, yang ada hanya kalah atau menang.
Kalau Anda bermain peran di sini, lalu Anda menjadi polisi, sudikah Anda melepaskan anak-anak itu tanpa menikmati sedikit kesenangan….? Tanpa mendapat sedikit uang? Untuk dibagi bersama teman-teman Anda?
Siapa yang benar? Tidak ada.
Siapa yang menang? Yang lebih pandai.
Pemakai juga manusia….
Polisi juga manusia….
0 Responses to “Thoughts 23072005”
Leave a Reply